|
16 September 2008
Bukan jamannya lagi melakukan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Ospek yang dulu diwujudkan dalam bentuk kekerasan fisik, menyuruh mahasiswa baru melakukan hal yang aneh-aneh dan hal-hal lain yang sifatnya tidak mendidik, bahkan cenderung menunjukkan superioritos dari para senior, sudah mulai ditinggalkan oleh perguruan tinggi. Ospek saat ini diarahkan bagaimana mengembangkan softskill mahasiswa. Di Poltekpos, Ospek sudah menstransformasi menjadi apa yang disebut dengan CHARACTER BUILDING (CB). Pihak kampus tidak lagi melakukan Ospek kepada mahasiswa baru, tetapi bentukdiarahkan untuk pembentukan karakter dan pembinaan mental mahasiswa. Dalam kegiatan CB yang berlangsung selama selama 3 hari dari Senin sampai Rabu (25 s/d 27/8), pihak kampus memfokuskan kegiatan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan softskill mahasiswa. Program CB kami ini tergolong unik, mungkin belum ada kampus swasta lain bahkan negeri yang melaksanakannya. Uniknya adalah kepada mahasiswa baru (peserta Character Building) diberikan fasilitas asrama, makan 3 kali sehari, dan snack dua kali. Jadi mahasiswa baru yang tinggalnya agak jauh dari kampus atau dari luar kota tidak perlu repot untuk akomodasi selama pelaksanaan program CB. Bahkan fasilitas kesehatan bagi mahasiswa yang sakit selama pelaksanaan CB ini kami sediakan melalui Poliklinik yang tersedia di kampus dan buka 24x jam selama pelaksanaan CB ini. Keunikan yang lain adalah : materi yang diberikan adalah dalam bentuk kegiatan indoor dan kegiatan outdoor. Kegiatan indoor dilakukan berupa simulasi materi yang meliputi kedisiplinan, kepemimpinan, etika, motivasi belajar, dan organisasi mahasiswa dan pengenalan kampus. Sedangkan materi outdoor lebih menekankan pada games-games yang bebas dari unsur perpeloncoan. Tidak ada kekerasan fisik dan bentakan senior yan terdengar. Cara mengajak mahasiswa baru untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah melalui komunikasi persuasif, namun tetap tegas untuk membentuk kedisiplinan mahasiswa. Mahasiswa pun juga tidak perlu melakukan hal-hal yang aneh seperti lazimnya OSPEK (perpeloncoan). Semua kegiatan ini dimonitor langsung oleh para dosen dan manajemen kami untuk menjamin bahwa para senior tidak menekan mahasiswa (pressing) baik secara fisik maupun mental. Kami memang melarang mahasiswa untuk melakukan kekerasan fisik selama CB, namun sebaliknya mengajak mahasiswa berpartisipasi secara positif, melakukan hal-hal yang bermanfaat baik bagi dirinya secara pribadi maupun bagi kampus. Para mahasiswa baru sangat menyambut positif kegiatan ini. Ada kebanggaan dan keceriaan yang terpancar dari wajah-wajah mereka. Tidak ada rasa takut baik kepada dosen dan para senior, namun mereka tetap mengedepankan sopan santun dan etika. Bahkan senyum dan sapa menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa bila bertemu dengan seluruh civitas akademika. Kami melakukan kegiatan ini juga untuk membangun kebersamaan bagaimana mewujudkan atmosfer pendidikan yang berkualitas sekaligus menyenangkan. Ini adalah keunikan ketiga bagi program ini. Hal ini akan mendukung sistem pembelajaran yang kami terapkan, bahwa tidak ada jarak antara mahasiswa dengan dosen, dengan demikian proses komunikasi dua arah dalam pembelajaran akan tercipta. Selama proses CB ini, pihak manajemen tetap melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan CB. Sebagian dosen dan jajaran manajemen turun tangan dalam pelaksanaan CB ini untuk memastikan pelaksanaan CB tanpa kekerasan. Orang tua yang dimintai komentarnya dan kebetulan ikut memantau kegiatan ini, juga menanggapi secara positif. Pada mulanya ada kekawatiran dari para orang tua terhadap pelaksanaan CB ini, namun setelah melihat langsung pola-pola pembinaan yang kami lakukan, mereka merasa tenang dan yakin akan manfaat pelaksanaan CB ini. Memang waktu 3 hari tidaklah cukup untuk mematangkan mental mahasiswa, tetapi kegiatan ini akan memberikan dasar-dasar pengembangan softskill bagi mahasiswa, bagaimana membangun karakter mental dan spiritual mahasiswa. Untuk membentuk kematangan mental mahasiswa selanjutnya program pembinaan akan dibentuk lebih lanjut melalui monitoring dan mentoring selama proses kuliah. Dalam sesi CB yang terakhir mahasiswa diharuskan melakukan atraksi seni yang mendorong kreativitas mahasiswa. (MW-Humas)
|
Berita
|